Berita  

Bahasa Ibu Diambang Kepunahan

PORTAL PANTURA – Pasangan keluarga muda saat ini, mayoritas saat berkomunikasi dengan anak-anaknya memakai Bahasa Indonesia.

Sehingga, harapan untuk melestarikan Bahasa Ibu atau Bahasa Daerah hanya angan-angan saja.

Hal tersebut Karena telah berada diujung kepunahan dari kondisi riil yang paradoks.

Demikian disampaikan Deputi 4 Kantor Staf Presiden RI Juri Ardiantoro PhD saat sambutan Seminar dan Bedah Buku Puisi 17 Ngapak Kepenak Nemen (NKN) dalam 5 Bahasa di Pendopo Bupati Brebes, Sabtu (12/3/2022).

Dalam seminar yang juga disiarkan secara hybrid, Juri yang juga Rektor UNUSIA Jakarta mengaku tidak ingin Bahasa Brebes yang berisi kearifan lokal dan rasa kasih sayang tidak punah.

Meski demikian, Juri menyebut potensi kepunahan bahasa-bahasa lokal itu ada.

Dia masih berharap kepunahan tidak terjadi karena produk Bahasa Brebes-Tegal yang lebih kondang dengan sebutan Bahasa Ngapak, digunakan penduduk di eks Karesidenan Pekalongan dan Banyumas.

“Ada paradok dalam kehidupan, Kita sering menggemborkan penggunaan bahasa lokal, tetapi komunikasi dengan anak-anak kita dengan Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memang tetap jadi bahasa persatuan dan kita semua pasti bisa. Tetapi bahasa lokal hendaknya jangan dilupakan,” tandasnya.

Juri mengusulkan, ada kurikulum muatan lokal Bahasa Brebesan di sekolah. Tetapi, perlu kajian dan kewenangan pada pemangku kebijakan, yakni Bupati.

Buku karya Dr Uswadin, lanjutnya, mampu menjawab problema data Badan Pendidikan dan Kebudayaan Dunia yang menyebut dalam satu minggu, ada satu Bahasa Ibu yang punah, di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status