Berita  

Polres Tegal Akan Gali Lebih Dalam Motif Pembunuhan Mutilasi

Polres Tegal Akan Gali Lebih Dalam Motif Pembunuhan Mutilasi

PORTAL PANTURA –Polres Tegal Polda Jawa Tengah, Jumat 8 April 2022 kembali menggelar Konferensi Pers di halaman Mapolres terkait kasus mutilasi dengan mendasari laporan polisi nomor Lp/B/13/III/2022/SPKT. SEK SRD/Res TEGAL/Jateng /2 Maret 2022.

Dalam Konferensi Persnya, Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at didampingi Wakapolres Kompol Didi Dewantoro dan Kanitreskrim AKP I Dewa Gede Ditya serta Kasie Humas Polres Tegal Ipda Untung Heru Santoso menyatakan bahwa sesuai hasil pemeriksaan tersangka tidak mengalami gangguan jiwa dan proses hukum tetap dilanjutkan.

Sebelumnya, Rabu 2 Maret 2022 Polsek Suradadi Polres Tegal membeku pelaku atas nama Khadirun pelaku pembunuhan Mutilasi dengan korban seorang wanita yang tinggal di Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Polres Tegal, dalam gelar konferensi pers sebelumnya pelaku tidak mau bicara bahkan menunjukan sikap tertutup dan sering menjawab pertanyaan dengan berulang-ulang.

Menangani hal tersebut, akhirnya pihak Polres Tegal melakukan pemeriksaan lanjutan yakni dengan memeriksakan kejiwaan dan psikologis bekerjasama dengan pihak RSUD Soesilo dan Biro SDM Bagian Psikologi Polda Jateng.

Mendasari hasil pemeriksaan kejiwaan dan psikologi tersangka pembunuhan mutilasi atas nama Khadirun kelahiran 1978 asal Desa Blambangan Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara tidak didapatkan mengalami gangguan jiwa berat yang nyata.

Hal tersebut dinyatakan pula dari hasil tes kejiwaan dan psikologi yang dilakukan tim RSUD DR Soesilo Slawi menyebutkan secara rinci bahwa terduga tidak mengalami gangguan jiwa.

Pasalnya, menurut hasil test yang dilakukan Tim RSUD DR Soesilo terduga mampu untuk memahami nilai dan tindakannya.

Sedangkan, hasil pemeriksaan psikologis terhadap tersangka pembunuhan mutilasi oleh Biro SDM Bagian Psikologi Polda Jateng, pada dasarnya terduga tumbuh dan berkembang dalam lingkup keluarga yang serba kekurangan.

Selain itu, tersangka tergolong individu yang tertutup (Introvert) dalam pengalaman bersosialisasi termasuk adsertif (prilaku yang tidak menyenangkan pada masa kecil) menjadikan kurang perhatian dan kasih sayang dalam keluarga.

” Tersangka paham tentang sholat dan juga mengetahui saat kita tanyakan dan tawarkan makanan, tetapi saat diperlihatkan poto korban tersangka langsung diam dan berubah ekspresi wajahnya” ujar Kapolres.

Sedangkan terkait hasil tersebut, Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at menegaskan akan terus mendalami dan mengembangkan kasus tersebut hingga diketahui motif sesungguhnya.

Untuk selanjutnya, proses hukum dengan mempertimbangkan hasil dari pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan akan tetap dilanjutkan dan dapat dikenakan pasal 338 dan pasal 44 KUHP. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status