Berita  

Nelayan Tegal Tolak Kenaikan Tarif dan Pungutan

PortalPantura.com, Tegal – Ratusan eks nelayan cantrang Kota Tegal menolak kenaikan tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pungutan Hasil Perikanan (PHP).

Nelayan menolak karena terdapat kenaikan hingga 400 persen. Penolakan nelayan tersebut dilontarkan saat berunjukrasa di gedung DPRD setempat, Senin (27/9/2021).

Nelayan menolak Peraturan Pemerintah (PP) nomor 85 tahun 2021 yang mengatur kenailan PNBP serta turunannya keputusan menteri Kelautan Perikanan nomor 86 dan 87 tahun 2021 yang mengatur harga patokan ikan.

Dalam aksi tersebut, nelayan meminta kenaikan maksimal 50 persen dari sebelumnya serta menolak keberadaan nelayan asing.

“Dengan 90 juta saja kami masih ada yang bahasanya itu berat namun tetap bisa jalan. Namun sekarang naik 400 persen kami sangat keberatan,” ujar Said, koordinator aksi yang juga Ketua Paguyuban Nelaya Kota Tegal (PNKT).

Nelayan yang ikut berunjukrasa mengancam mogok kerja jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Dalam aksi itu, mereka meminta dukungan Walikota dan DPRD Kota Tegal untuk menyurati presiden dengan tembusan Menteri KP, Menko Maritim dan Ivestasi dan Menteri Keuangan untuk meminta evaluasi kebijakan kementerian terkait yang tidak memihak kepasa nelayan indo esia.

Selain itu, mereka juga meminta kenaikan PHP hanya maksimal 50 persen dari sebelumnya. Menolak nelaya asing dan menolak sanksi denda ada PMS yangat tinggi dan memberatkan.

Menanggapi tuntutan para nelayan, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengatakan, kenaikan PHP sebesar 400 persen dinilai memberatkan nelayan. Apalagi saat ini perekonomian nelayan sedang mulai naik setelah dihantam pandemi.

“Kami dengan para nelayan akan sama-sama berjuang untuk bisa dilakulan evaluasi terhadap peraturan pemerintah yang kemudian turunannya peraturan menteri kelautan dan perikanan,” kata Kusnendro. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status