Portal Pantura, Brebes – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes pada Minggu 19 Januari 2025 sore mengakibatkan bencana longsor parah di Desa Watujaya.
Dua titik longsor sepanjang 75 dan 100 meter memutus total akses jalan utama menuju Dukuh Jatimulya, mengisolasi sekitar 157 jiwa warga.
Longsor pertama menganga menganga sedalam 20 meter, menelan sebagian besar badan jalan selebar empat meter.
Sementara longsor kedua terjadi di dekat pemukiman warga, mengancam keselamatan dan aktivitas sehari-hari mereka.
Terputusnya akses jalan ini mengakibatkan kesulitan yang signifikan bagi warga Jatimulya. Anak-anak kesulitan bersekolah, aktivitas ekonomi terhenti, dan pemenuhan kebutuhan pokok menjadi tantangan.
Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Desa Watujaya, Imron Rosadi, langsung menginisiasi gotong royong warga untuk membangun jalan darurat.
Dengan peralatan seadanya dan semangat kebersamaan, warga bahu-membahu meratakan tanah, membangun tanggul sementara, dan merangkai batu untuk memperkuat jalan darurat.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat warga kesulitan. Jalan darurat ini adalah upaya kami untuk segera membuka akses bagi mereka,” tegas Imron.
Proses pembangunan jalan darurat berlangsung berat. Medan yang terjal dan keterbatasan alat membuat pekerjaan semakin sulit.
Namun, semangat gotong royong warga tetap menyala. Mereka bergantian bekerja siang dan malam demi bisa segera menikmati akses jalan kembali.
Perhatian Pemerintah Diharapkan
Meskipun upaya warga patut diapresiasi, perbaikan jalan secara permanen masih menjadi tantangan besar.
Jalan yang rusak parah membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.
“Kami berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat segera turun tangan untuk membantu perbaikan jalan ini. Solusi jangka panjang sangat dibutuhkan agar warga tidak terus hidup dalam ketakutan saat musim hujan tiba,” ungkap Imron.
Waspada Longsor Susulan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Brebes.
Potensi hujan lebat disertai angin kencang masih mengancam, meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan.