Portal Pantura, Brebes – Puluhan tahun lamanya, petani di wilayah persawahan Bojong Cengis, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes mengalami kesulitan dalam mengolah lahan mereka akibat masalah pengairan. Kondisi irigasi yang terputus membuat lahan seluas 30 hektare tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Namun, pada Jumat, 13 September 2024, kerja bakti untuk memperbaiki saluran irigasi ini akhirnya dilakukan.
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk para petani setempat, anggota Bhabinsa dari Koramil 09 Tonjong, serta aparat desa dan kecamatan. Mereka bahu-membahu untuk membuat saluran irigasi baru dan memperbaiki jalur lama yang selama ini rusak dan tidak berfungsi dengan baik.
“Tujuannya jelas, memastikan bahwa air dapat kembali mengalir dan menghidupi lahan pertanian yang selama bertahun-tahun terbengkalai,” kata Bhabinsa Koramil 09 Tonjong, Koptu Supriyadi.
Keterlibatan Banyak Pihak
Kegiatan yang dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Beberapa di antaranya adalah Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Tonjong, Sarjiono, S.P., Babinsa Koramil 09 Tonjong, Koptu Supriyadi, serta Babinkamtibmas Polsek Tonjong, Bripka Ely Yulianto, S.H. Selain itu, PPL Desa Kutamendala, Titi, S.P., juga hadir dalam kegiatan tersebut. Ketua Kelompok Tani Bojong, Siwo Raharjo, bersama sekitar 20 anggota kelompok taninya, turut bergabung dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Kerja bakti ini memiliki dua sasaran utama. Pertama, pemasangan pipa sepanjang 200 meter dengan ukuran pipa utama 6 inci. Kedua, perbaikan dan pembuatan kembali saluran irigasi sepanjang 1.000 meter dengan lebar 0,5 meter. Kedua sasaran ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap sistem pengairan di lahan pertanian Bojong Cengis yang selama ini terputus.
Perbaikan Infrastruktur Irigasi
Upaya gotong royong ini membuahkan hasil yang signifikan. Pemasangan pipa sepanjang 200 meter berhasil diselesaikan 100%, sementara perbaikan saluran irigasi sudah mencapai 300 meter. Meskipun masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, hasil yang dicapai sejauh ini memberikan harapan baru bagi para petani di Desa Kutamendala. Mereka optimis bahwa lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat kembali dimanfaatkan dengan baik.
Masalah pengairan yang dihadapi petani di wilayah ini bukanlah hal baru. Selama beberapa tahun terakhir, pengairan dari sumber air terputus karena rusaknya saluran irigasi. Akibatnya, lahan pertanian seluas sekitar 30 hektare tidak dapat dikelola dengan maksimal, mengakibatkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani. Kondisi ini memaksa para petani untuk bergantung pada sumber air yang terbatas, yang tidak mencukupi untuk mengairi lahan mereka.
Solusi yang Dijalankan
Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, pemerintah desa bersama para petani dan aparat setempat memutuskan untuk mengambil langkah konkret. Salah satu solusi yang diambil adalah pembangunan sistem irigasi dengan pompa berkapasitas besar, yakni 6 inci. Proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 112 juta, yang dialokasikan untuk pembuatan saluran irigasi serta pemasangan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter.
Tidak hanya mengandalkan bantuan dari pihak pemerintah, para petani dan masyarakat setempat juga turut aktif dalam proses pembangunan saluran irigasi ini. Mereka bergotong royong, bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan yang telah lama tertunda. Gotong royong menjadi elemen penting dalam keberhasilan proyek ini, karena tanpa keterlibatan aktif masyarakat, proyek ini mungkin tidak dapat berjalan dengan lancar.
Harapan untuk Masa Depan Pertanian
Dengan adanya saluran irigasi yang baru dan sistem pengairan yang diperbaiki, para petani berharap lahan mereka dapat kembali produktif seperti dulu. Air yang selama ini sulit diperoleh, kini bisa mengalir dengan lancar ke sawah-sawah mereka, memungkinkan mereka untuk menanam padi dan tanaman lain dengan lebih optimal.
Pembangunan saluran irigasi ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan di wilayah tersebut. Jika saluran irigasi ini bisa terus dijaga dan dipelihara, maka para petani tidak perlu lagi khawatir akan kekurangan air, dan hasil panen pun diharapkan meningkat secara signifikan.***