Portal Pantura, Brebes – Pemutaran film Jejak Langkah 2 Ulama mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari warga Tonjong, Kabupten Brebes, khususnya dari kalangan Muhammadiyah. Acara pemutaran film yang berlangsung pada hari Jumat, 27 September 2024 ini diadakan di Gedung Dakwah Aisyiyah Cabang Tonjong, yang berlokasi di Jalan Masjid Baitul Makmur, Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) yang dikelola oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah. Ketua panitia acara di Tonjong, Drs. Puad Hasan, menjelaskan bahwa pemutaran film dakwah seperti ini telah menjadi agenda yang dilaksanakan di setiap cabang Muhammadiyah di Kabupaten Brebes. “Ada dua film yang kami putar. Yang pertama adalah Cita-citaku Setinggi Balon yang ditujukan untuk anak-anak sekolah sebagai motivasi, dan Jejak Langkah 2 Ulama untuk kalangan dewasa,” jelas Puad.
Film Jejak Langkah 2 Ulama bercerita tentang perjalanan hidup dua ulama besar, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari, yang mendirikan organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Kisah yang diangkat dari kehidupan nyata ini memperlihatkan persahabatan dua tokoh Islam tersebut sejak masa kanak-kanak, masa belajar di pesantren, hingga perjuangan mereka mendirikan organisasi masing-masing yang berperan besar dalam perkembangan Islam di Indonesia.
Pemutaran Film dalam Dua Sesi untuk Memenuhi Antusiasme
Antusiasme warga terhadap pemutaran film ini terlihat dari tingginya jumlah penonton yang hadir. Karena tingginya minat, film Jejak Langkah 2 Ulama diputar dalam dua sesi berbeda. Sesi pertama berlangsung siang hari, yang ditujukan untuk kaum perempuan, sementara sesi kedua digelar pada malam hari khusus untuk kaum lelaki. Setiap sesi dihadiri oleh ratusan warga, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap film ini.
Sementara itu, film Cita-citaku Setinggi Balon diputar khusus untuk siswa-siswi dari sekolah Muhammadiyah di wilayah tersebut, seperti MI Muhammadiyah Linggapura, MI Muhammadiyah Kutamendala, SMP, dan SMA Muhammadiyah Tonjong. Film ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para pelajar untuk terus menggapai cita-cita mereka, meskipun berbagai tantangan menghadang.
Selain masyarakat umum, acara pemutaran film ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Hadir dalam acara tersebut, jajaran Muspika Tonjong, pimpinan Muhammadiyah, pimpinan Nahdlatul Ulama (NU), serta Ade Apriyanto, anggota DPRD yang berasal dari Tonjong. Kehadiran para tokoh lintas organisasi dan pemerintah ini menunjukkan dukungan yang luas terhadap pemutaran film ini, serta semangat persatuan yang diusung oleh kisah di dalam film.
Pesan Moral dari Film: Persahabatan dan Toleransi dalam Perbedaan
Puad Hasan menekankan pentingnya nilai-nilai persahabatan dan saling menghormati di tengah perbedaan yang diajarkan oleh dua ulama besar tersebut. “Kisah persahabatan antara KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari harus menjadi teladan bagi kita semua. Kita wajib memahami dan menghargai perbedaan, sekaligus menjunjung tinggi persamaan yang ada di antara kita,” kata Puad.
Salah satu warga Muhammadiyah yang turut hadir, Busyro, mengaku sangat terkesan dengan film tersebut. Menurutnya, film Jejak Langkah 2 Ulama memberikan gambaran yang jelas mengenai perjuangan dua ulama besar dalam menyebarkan ajaran Islam di Indonesia, meski harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. “Saya sangat terkesan dengan film ini. Kini, saya lebih memahami perjuangan kedua tokoh ulama tersebut yang gigih memperjuangkan agama Islam meskipun menghadapi banyak kendala,” ungkap Busyro, warga asal Galuhtimur.
Produksi Bersama untuk Kepentingan Pendidikan
Film Jejak Langkah 2 Ulama diproduksi secara kolaboratif oleh Pondok Pesantren Tebuireng bersama Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pengurus Pusat Muhammadiyah. Produksi ini menjadi bagian dari upaya kedua organisasi tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai nilai-nilai yang dipegang oleh dua pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan NU.
Salah satu keunikan dari film ini adalah pemasarannya yang tidak melalui jalur komersial biasa. Film ini tidak ditayangkan di bioskop-bioskop komersial maupun platform media sosial. Sebaliknya, pemutaran film dilakukan secara langsung di berbagai cabang Muhammadiyah dan pondok pesantren, khususnya dalam rangka acara-acara dakwah dan pendidikan. Dengan pendekatan seperti ini, film Jejak Langkah 2 Ulama diharapkan dapat mencapai khalayak yang lebih spesifik dan memberikan dampak yang lebih mendalam bagi para penontonnya.***