Portal Pantura, Brebes – Sebuah fenomena politik menarik tengah terjadi di Kabupaten Brebes menjelang Pilkada serentak 2024.
Gerakan Kotak Kosong (Gertak) Brebes menggencarkan kampanye mereka dengan menggelar deklarasi besar-besaran di dua lokasi strategis, yakni Lapangan Desa Sutamaja, Kecamatan Kersana, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bumiyau Asri di Brebes Selatan, pada Sabtu, 23 November 2024.
Ribuan warga hadir untuk memberikan dukungan terhadap kotak kosong, yang dinilai sebagai simbol perjuangan demokrasi yang sehat.
Ketua Gertak Kabupaten Brebes, H. Slamet Maryoko, SH, yang akrab disapa Bang Djarot, menyampaikan orasi tegas yang mengundang perhatian publik.
Ia menekankan bahwa memilih kotak kosong merupakan hak yang sah secara hukum dan dijamin oleh undang-undang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Brebes untuk tidak takut memilih kotak kosong. Pilihan ini sah, dilindungi hukum, dan merupakan cara kami memperjuangkan demokrasi yang lebih adil,” tegas Bang Djarot.
Ia mengkritik proses demokrasi dalam Pilkada Brebes 2024 yang dinilai tidak sehat karena hanya menghadirkan calon tunggal.
Menurutnya, situasi ini merampas hak rakyat untuk memiliki pilihan yang beragam.
“Jika kotak kosong menang, Pilkada akan diulang, dan itu membuka peluang bagi calon yang lebih kompeten untuk maju,” ujarnya, sambil mengungkapkan target optimistis Gertak untuk meraih hingga 70 persen suara.
Perlawanan Terhadap Intimidasi dan Ketimpangan Demokrasi
Selain Bang Djarot, sejumlah tokoh turut menyuarakan dukungan terhadap gerakan kotak kosong. Salah satunya adalah Cahrudin, mantan anggota DPRD Kabupaten Brebes.
Cahrudin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh tekanan politik yang hanya mementingkan kelompok tertentu.
Pesannya menekankan pentingnya keberanian warga dalam menentukan pilihan untuk mendorong perubahan yang positif.
Di sisi lain, Suntoro, salah satu relawan aktif Gertak, menyatakan bahwa gerakan kotak kosong telah memiliki jaringan luas di seluruh Kabupaten Brebes.
Ia mengungkapkan bahwa relawan telah tersebar di 17 kecamatan, siap mendukung dan mengawal proses Pilkada.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersatu dan memenangkan kotak kosong pada 27 November 2024,” ujarnya penuh semangat.
Menggugat Monopoli Politik
Gerakan Kotak Kosong hadir sebagai respons atas monopoli politik yang dirasa semakin menguat.
Pilkada dengan calon tunggal dinilai mencederai esensi demokrasi, yang seharusnya memberikan rakyat kebebasan memilih dari berbagai opsi.
Dalam pandangan Gertak, kotak kosong menjadi simbol perlawanan terhadap situasi ini dan menawarkan jalan menuju demokrasi yang lebih sehat.
Para relawan dan tokoh Gertak sepakat bahwa kemenangan kotak kosong adalah peluang untuk mengulangi Pilkada dengan proses yang lebih transparan dan kompetitif.
Mereka berharap Pilkada ulang dapat menghadirkan calon pemimpin yang benar-benar memahami dan mewakili aspirasi masyarakat Brebes.
Antusiasme Warga Brebes Selatan
Deklarasi di dua lokasi pada Sabtu lalu berlangsung meriah. Ribuan warga hadir dengan membawa harapan akan perubahan yang lebih baik untuk Brebes.
Mereka memenuhi lapangan dan ruang terbuka, mendengarkan orasi para tokoh dengan penuh antusias.
Suasana dipenuhi semangat persatuan dan tekad bersama untuk menjadikan Pilkada sebagai momentum memperbaiki sistem demokrasi lokal.
Dukungan yang terus mengalir menjadi sinyal kuat bahwa gerakan kotak kosong bukan hanya sekadar simbol perlawanan, tetapi juga representasi suara rakyat yang menginginkan demokrasi yang lebih inklusif.
Dengan Pilkada yang tinggal hitungan hari, Gertak berharap semakin banyak warga yang memahami pentingnya memilih kotak kosong sebagai upaya memperbaiki jalannya pemerintahan di Brebes.
Harapan untuk Pilkada yang Lebih Sehat
Melalui kampanye ini, Gerakan Kotak Kosong menegaskan komitmen mereka untuk mendorong Pilkada yang lebih demokratis.
Mereka mengajak masyarakat Brebes untuk berani melawan intimidasi dan memilih berdasarkan keyakinan demi masa depan yang lebih baik.
Dengan dukungan luas dan semangat persatuan, mereka berharap dapat membawa perubahan nyata di Brebes.
Saat waktu pemungutan suara tiba pada 27 November 2024, kotak kosong diharapkan menjadi simbol kemenangan rakyat atas demokrasi yang lebih adil dan transparan.
Warga Brebes, terutama yang berada di kawasan selatan, kini menantikan hasil akhir dari perjuangan mereka untuk merebut kembali ruang demokrasi yang sejati.***