Portal Pantura, Brebes – Calon Bupati Brebes 2024, Paramitha Widya Kusuma, yang akrab disapa Mbak Mitha, menunaikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27 pada Rabu, 27 November 2024.
Dalam proses pencoblosan, ia didampingi oleh suaminya, Ahmad Saeful Ansori atau Mas Asep.
Paramitha tiba di TPS yang berlokasi di Aula Kantor Kementerian Agama Brebes sekitar pukul 08.46 WIB.
Setelah mendaftar di meja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), ia langsung menuju bilik suara. Berbeda dengan TPS lain yang sering dipadati pemilih, TPS 27 terlihat sepi.
Tidak ada antrean panjang, sehingga pencoblosan berjalan cepat dan lancar.
Menurut data KPPS, TPS 27 memiliki 597 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Namun, jumlah pemilih yang datang ke lokasi diatur secara bertahap berdasarkan jadwal yang tercantum di surat undangan.
Hal ini membuat suasana TPS tetap tertib tanpa antrean yang mengular.
Setelah mencoblos, Mbak Mitha menyampaikan harapannya agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Brebes berlangsung aman, damai, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah tersebut.
“Semoga Pilkada Brebes ini berjalan lancar dan dapat melahirkan pemimpin yang amanah. Kami ingin membangun Brebes lebih maju, terutama dalam hal infrastruktur,” ujar Paramitha kepada wartawan.
Dia juga menyampaikan optimisme mengenai peluang kemenangannya dalam kontestasi politik ini.
Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Jika terpilih, ia berkomitmen untuk merangkul semua pihak demi kemajuan Brebes.
“Kami menargetkan kemenangan yang bermartabat, tanpa ada hal-hal negatif. Semua ini demi Brebes yang lebih baik,” tegasnya.
Di sisi lain, juru bicara tim pemenangan pasangan Mitha-Wurja, Azmi A. Majid, menyatakan rasa percaya dirinya bahwa pasangan yang diusung dapat meraih kemenangan signifikan.
Berdasarkan survei internal, mereka menargetkan perolehan suara hingga 78,9 persen.
“Kami yakin angka 78,9 persen ini realistis, melihat respons masyarakat terhadap program yang ditawarkan Mbak Mitha dan Wurja,” kata Azmi.
Tim pemenangan menekankan bahwa strategi kampanye mereka lebih fokus pada pendekatan langsung kepada masyarakat untuk merebut hati pemilih.
Hal ini dinilai lebih efektif daripada sekadar memobilisasi massa tanpa pemahaman mendalam terhadap kebutuhan warga.
Sementara itu, suasana di TPS 27 cenderung kondusif sepanjang pagi.
Beberapa pemilih yang datang lebih awal mengaku senang dengan proses pencoblosan yang cepat dan tidak rumit.
Salah seorang warga, Siti Nurhasanah, menyebut bahwa pelaksanaan pemilu kali ini terorganisasi dengan baik.
“Saya harap siapa pun yang terpilih nanti bisa benar-benar memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Brebes,” ucap Siti.
Mbak Mitha, yang selama masa kampanye banyak menyoroti isu pembangunan infrastruktur, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kondisi Brebes secara keseluruhan.
Ia menyatakan bahwa jika terpilih, pemerintahannya akan memprioritaskan perbaikan jalan, akses pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Brebes memiliki potensi besar, tetapi butuh pemimpin yang mampu mengelola sumber daya secara tepat. Itulah yang kami tawarkan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dengan proses pencoblosan yang sudah berlangsung di seluruh TPS, hasil sementara Pilkada Brebes akan mulai terlihat dalam hitungan jam.
Meski demikian, baik tim pemenangan maupun para calon bupati lainnya menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penghitungan suara.***