tutup / scroll untuk melanjutkan
iklan
Franchise

Insight

Mengapa Starbucks Tetap Laris Meskipun Diboikot?

×

Mengapa Starbucks Tetap Laris Meskipun Diboikot?

Sebarkan artikel ini
Starbucks. Foto: Pexels.
Starbucks. Foto: Pexels.
iklan

Portal Pantura – Aksi boikot produk-produk yang disinyalir mendukung menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dampak dari boikot tersebut begitu besar, dimana yang biasanya dibeli banyak orang menjadi sepi peminat.

Sebagai salah satu produk yang ikut diboikot yakni . Ia adalah kedai terbesar di dunia.

Kualitas rasa dan bangak varian yang bisa dipilih membuat orang menyukai produk tersebut.

Namun sejak bergejolaknya perang Palistina muncul seruan boikot produk yang diduga mendukung , banyak produk yang masuk dalam list boikot, masuk di dalamnya.

Meskipun masuk dalam boikot, nyatanya tetap saja diminati konsumen pecinta . Hal tersebut berkat stratrgi marketing yang baik.

Salah satu strategi yang dilakukan yakni dengan menciptakan emosional dengan pelangganya. Strategi tersebut diciptakan saat melakukan pelayanan.

Mengutip kanal YouTube Dewaweb, memposisikan pelangganya sebagai manusia istimewa yang diwujudkan dengan pelayanan ramah dan lebih personal.

Menanyakan nama pelanggan saat memesan membuat orang yang datang ke mengalami pengalaman yang lebih dari sekedar minum .

Selain itu, dengan teknik komunikasi kepada pelanggan membuat hubungan lebih dalam antara konsumen dengan .

Strategi lain yang dilakukan yakni dengan menulis nama pelanggan dengan sengaja salah.

Penulisan nama pelanggan yang salah menciptakan emosional. Pelanggan akan menguploadnya di media sosial milik mereka. Sehingga starbuck bisa mendapat iklan secara gratis.

Hal tersebut dilakukan karena sadar bahwa pelayanan yang baik adalah hal penting untuk sukses menggaet pelanggan.

Selain strategi tadi, kualitas yang selama ini disukai pelanggan tetap dipertahankan. ***

Dukung kami agar lebih baik. KLIK DI SINI
iklan
Ikuti Portal Pantura di WhatsApp KLIK DI DI SINI Atau Telegram:KLIK DI SINI

Dilarang mengambil dan atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk tujuan komersil tanpa seizin redaksi.

iklan
error: Konten dilindungi!!

Eksplorasi konten lain dari Portal Pantura

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca