Portal Pantura – Aksi boikot produk-produk yang disinyalir mendukung Israel menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dampak dari boikot tersebut begitu besar, dimana yang biasanya dibeli banyak orang menjadi sepi peminat.
Sebagai salah satu produk yang ikut diboikot yakni starbucks. Ia adalah kedai kopi terbesar di dunia.
Kualitas rasa dan bangak varian yang bisa dipilih membuat orang menyukai produk tersebut.
Namun sejak bergejolaknya perang Israel Palistina muncul seruan boikot produk yang diduga mendukung Israel, banyak produk yang masuk dalam list boikot, Starbucks masuk di dalamnya.
Meskipun masuk dalam boikot, nyatanya tetap saja diminati konsumen pecinta kopi. Hal tersebut berkat stratrgi marketing yang baik.
Salah satu strategi yang dilakukan yakni dengan menciptakan emosional dengan pelangganya. Strategi tersebut diciptakan saat melakukan pelayanan.
Mengutip kanal YouTube Dewaweb, starbucks memposisikan pelangganya sebagai manusia istimewa yang diwujudkan dengan pelayanan ramah dan lebih personal.
Menanyakan nama pelanggan saat memesan kopi membuat orang yang datang ke starbucks mengalami pengalaman yang lebih dari sekedar minum kopi.
Selain itu, dengan teknik komunikasi kepada pelanggan membuat hubungan lebih dalam antara konsumen dengan starbucks.
Strategi lain yang dilakukan yakni dengan menulis nama pelanggan dengan sengaja salah.
Penulisan nama pelanggan yang salah menciptakan emosional. Pelanggan akan menguploadnya di media sosial milik mereka. Sehingga starbuck bisa mendapat iklan secara gratis.
Hal tersebut dilakukan Starbucks karena sadar bahwa pelayanan yang baik adalah hal penting untuk sukses menggaet pelanggan.
Selain strategi tadi, kualitas yang selama ini disukai pelanggan tetap dipertahankan. ***