Portal Pantura, Brebes – Kepala Desa Kutayu, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Masturo, menekankan pentingnya mental baja dan kesabaran bagi Kepala Dusun (Kadus) di era digital seperti saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan usai melantik dua perangkat desa baru pada Kamis, 16 Januari 2025 di aula balai desa setempat.
“Di era serba digital ini, banyak keluhan masyarakat yang langsung disampaikan melalui media sosial,” ujar Masturo. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi perangkat desa, khususnya Kadus, untuk tetap sabar dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
Masturo menegaskan, setiap perangkat desa harus berhati-hati dan jujur dalam bekerja. Dalam menjalankan tugas sesuai aturan pun, seorang Kadus kerap kali menghadapi kritik dari masyarakat.
“Kadang, meskipun sudah bekerja sesuai aturan, tetap saja ada pihak yang menyalahkan,” ungkapnya.
Sebagai perpanjangan tangan kepala desa di tingkat dusun, seorang Kadus memiliki tanggung jawab yang besar. Selain jam kerja formal, Kadus dituntut siap siaga selama 24 jam untuk melayani masyarakat jika diperlukan.
“Tugas seorang Kadus tidak hanya administratif, tetapi juga harus mampu menjaga kondusivitas wilayahnya,” kata Masturo. Ia menambahkan, peran ini sangat strategis karena seorang Kadus menjadi penghubung langsung antara masyarakat dan pemerintah desa.
Kepada dua perangkat desa yang baru dilantik, Masturo berharap agar mereka menjunjung tinggi loyalitas dan kejujuran dalam bekerja. Setelah dilantik, keduanya diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menjalankan tugasnya dengan baik.
“Tidak ada waktu untuk bersantai. Setelah dilantik, Kadus harus langsung bekerja dan memahami lingkungan kerjanya,” tegasnya.
Masturo juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perangkat desa lama dan baru. Baginya, tidak ada perbedaan tugas antara keduanya, karena semua perangkat desa memiliki tanggung jawab yang sama dalam membantu kepala desa mewujudkan program-program yang telah direncanakan.
Ia juga memperingatkan agar tidak ada persaingan antarsesama perangkat desa. “Saya tidak ingin ada persaingan antar perangkat desa. Kita semua harus saling mendukung untuk kemajuan bersama,” ujarnya.