Portal Pantura, Brebes – Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jatimakmur, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya yakni stunting.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak tidak sesuai dengan anak seusianya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada periode 1000 HPK (Hari Pertama Kehamilan).
Periode 1000 HPK merupakan masa kritis sekaligus periode emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Perlu diketahui, Prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen , sementara target yang ingin dicapai pada tahun 2024 ini sekitar 14 persen.
Hal tersebut kemudian dapat dijadikan acuan bagaimana pentingnya mengedukasi dan mendampingi masyarakat dalam penanggulangan stunting yang dapat dimulai dari Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat menjadi salah satu upaya bersama untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.
Berdasarkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam strategi nasional pilar 5 untuk komitmen yang terus berkelanjutan dalam penanggulangan stunting, peningkatan literasi, keterpaduan lintas sektor, dan penguatan pemantauan evaluasi.
Sedangkan secara global, berdasarkan data UNICEF dan WHO angka prevalensi stunting Indonesia menempati urutan tertinggi ke-27 dari 154 negara yang memiliki data stunting, menjadikan Indonesia berada di urutan ke-5 diantara negara-negara di Asia.
“Oleh karena itu penting bagi kami selaku mahasiswa KKN Universitas Peradaban dan didampingi Posyandu Desa Jatimakmur turut membantu dalam mengedukasi bagaimana urgensi stunting, pengaruh terhadap bayi, asupan gizi, vitamin yang baik agar terhindar dari stunting dan pentingnya keberlanjutan kesehatan bagi generasi mendatang,” kata salah seorang mahasiswa KKN, Cindi.
Kegiatan yang dijadwalkan untuk ibu hamil dan Balita ini dilaksanakan pada 6 dan 12 Februari 2024 di Desa Jatimakmur Kecamatan Songgom, Brebes.
Mahasiswa KKN Universitas Peradaban dan bidan melakukan kegiatan pengecekan berat badan pengecekan tensi darah, Cek suhu untuk ibu hamil dan untuk posyandu anak terdapat kegiatan pengecekan tinggi, berat badan anak, pemberian vitamin dan imunisasi.
Program sosialiasi pencegahan Stunting diantaranya melalui media poster yang dibagikan ke masyarakat. Pemaparan materi oleh Cindi Mahasiswi Prodi Farmasi yaitu mengenai definisi stunting, Penyebab stunting.
Gejala maupun dampak dari stunting serta cara pencegahan dan penanganan stunting. dengan adanya penyuluhan kepada masyarakat diharapkan mereka lebih sadar dalam memilah makanan yang kurang baik bagi anak yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Sosialisasi ini juga untuk meningkatkan literasi masyarakat desa Jatimakmur dalam upaya peka dan sadar akan kesehatan dan keberlanjutan dalam pemenuhan gizi anak,” pungkas Cindi.***