Portal Pantura, Brebes – Suasana break fist atau sarapan pagi di Grand DIan Hotel Bumiayu sedikit berbeda dibandingkan dengan ari biasa.
Dimana para tama yang melakukan sarapan pagi dihibur dengan musik tradisional gending campursari.
Alunan nada-nada tradisional tersebut membuat nafsu makan para tamu hotel bertambah.
Hal tersebut karena sanggup membawa para tamu ke jaman dahulu. Apalagi musik tradisional tersebut sudah jarang didengar.
Tamu hotel tidak hanya bisa mendengarkan alunan gamelan saja, tetapi mereka juga berinteraksi dengan ikut memainkan alat musik tradisional tersebut.
General manager Grand Dian Hotel Bumiayu Andi Triantoro mengatakan, selain untuk mengibur para tamu, mengadirkan gamelan campursari tersebut juga untuk mengenakan musi tradisional kepada mereka.
“Ini langkah kami untuk memperkenalkan musik tradisional kepada para tamu, selain untuk menghibur mereka,” ujarnya.
Dikatakanya, dengan menampikan musik tradisional di tempat umum diharapkan bisa pata tamu hotel bisa mengenal seni maupun musik tradisional yang pada zaman sekarang ini suda jarang didengar.
Salah seorang pelaku seni di Bumiayu, Bimo Dewaruci apresiasi dengan inisiasi Grand Dian Hotel Bumiayu yang menghadirkan musik tradisional.
“Saya apresiasi dengan inisiasi Grand DIan Hotel Bumiayu. Harapanya, seni dan musik tradisional bisa semakin familier sebagaimana musik-musik moderen,” ujarnya.
Aplagi, lanjutnya, seni dan budaya tradisional sekarang ini semakin tergerus dengan musik-musik dari luar.
Generasi sekarang, lanjut Bimo, lebih memilik musik K-POP dibandingkan dengan musik tradisional yang merupakan warisan nenek moyang kita.***