Respon Keluhan Masyarakat Terkait Beton Pembatas Jalan, Polres Tegal Panggil Pihak Terkait

Respon Keluhan Masyarakat Terkait Beton Pembatas Jalan, Polres Tegal Panggil Pihak Terkait

PORTAL PANTURA – Upaya Polres Tegal merespon dan melakukan diskusi guna menanggapi keluhan dari masyarakat yang dilontarkan di media sosial tentang aduan beton yang berada dibawah jalan tol Adiwerna,

Kecelakaan yang sempat viral di media sosial dan diunggah dalam grup Facebook Sisi Lain Kabupaten Tegal (SLKT) dan media sosial lainnya beberapa waktu yang lalu akhirnya mendapat respon berbagai pihak.

Bahkan Polres Tegal bersama Dishub Kabupaten Tegal berinisiasi mengundang diskusi atau pertemuan dengan beberapa pedagang disekitar guna mendapatkan solusi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat melalui Kasi Humas plt Ipda Untung Heru saat mendampingi Kabagops Polres Tegal

Bersama kasat lantas, Kapolsek Adiwerna dan dishub Kabupatrn Tegal serta mengundang perwakilan pemilik Rumah makan Cempe Lemu Adiwerna, Sate Mba Nok dan Rumah makan Pring cendani Desa Ujungrusi di Polsek Adiwerna, pada Sabtu 23 April 2022.

Pertemuan yang hadiri Dishub Kabupaten Tegal, Polres Tegal dan beberapa pedagang merupakan diskusi untuk mendapatkan solusi tentang parkiran yang tidak tertata.

“Oleh karena itu, petugas dan pengusaha sepakat bahwa pemilik rumah makan yang berada di bawah jalan tol Adiwerna Kabupaten Tegal bersedia mengusahakan lokasi parker dengan lampu penerangan dan juru parkir,” ungkapnya.

Kasie Humas Plt Ipda Untung, menambahkan, hal ini dilakukan agar rasa nyaman antara pengunjung rumah makan dan para pengguna jalan dapat berjalan dengan baik.

“Artinya yang makan juga tidak bingung lokasi parkirnya, yang lewat juga tidak mengeluh. Karena memang di lokasi tersebut sering kali macet lantaran yang makan di rumah makan tersebut parkirnya semrawut,” ungkapnya.

Sebelumnya unggahan viral di Media Sosial Group Facebook SLKT yang menginformasikan bahwa di lokasi tersebut baru dikasih beton ditengah-tengah jalan yang dimaksudkan agar pengguna baik sisi kanan maupun kiri tidak saling mendahului, berimbas pada kecelakaan tunggal yang terjadi pada sebuah kendaraan truk.

“Kecelakaan yang dimaksudkan sebetulnya sih malam, karena kurang penerangan saja. Coba diskusi, kalo di kasih beton ditengah? Tidak desak-desakan kan? Tapi kalo gak dikasih? Parkirnya berantakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Kasi Humas, pertemuan tersebut telah mendapatkan solusi yakni bahwa pemilik rumah makan bersedia membuat sarana penerangan dan menyediakan lokasi parkir yang aman untuk para pengunjung***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status